Monday, 15 June 2026

Wagub Apresiasi Warga Waninggap Say Lestarikan Budaya Nusantara Melalui Wayang Kulit

Bernardus
15 June 2026
11 views
2 menit baca
Wagub Apresiasi Warga Waninggap Say Lestarikan Budaya Nusantara Melalui Wayang Kulit

Minggu, 14 Juni 2026

Merauke – Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa mengapresiasi warga Kampung Waninggap Say, Distrik Tanah Miring melestrarikan budaya  melalui Wayang Kulit

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Pagelaran Wayang Kulit yang diselenggarakan di Balai Kampung Waninggap Say, Minggu (14/6/2026) malam.

Acara diawali dengan penyerahan tokoh wayang kepada dalang dan dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit yang dibawakan oleh Dalang Ki Toto Handoko dari Jayapura.

Paskalis mengapresiasi panitia dan seluruh warga Kampung Waninggap Say yang terus menjaga dan melestarikan budaya Nusantara sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang hidup di Papua Selatan.

Ia menilai, kegiatan tersebut wujud pelestarian budaya sekaligus mempererat persaudaraan dan kerukunan antarwarga di Papua Selatan.

Melalui momentum itu, Paskalis mengajak warga untuk menghargai makanan sebagai bagian dari rasa syukur atas berkat dan kekayaan yang diberikan Tuhan.

"Ketika makan nasi, jangan sampai ada yang terbuang. Jangan sebutir pun dibuang,"kata Paskalis.

"Nasihatkan anak-anak kita bahwa nasi adalah simbol tertinggi dari kekayaan dan kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita,"ujar Paskalis.

Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri mengambil makanan secukupnya agar tidak ada yang terbuang sia-sia.

Lanjut dia, hal tersebut juga perlu ditanamkan kepada generasi muda sebagai bentuk penghargaan terhadap hasil kerja keras para petani dan sumber kehidupan masyarakat.

"Kalau makan sedikit, ambil sedikit. Kalau makan banyak, ambil sesuai kebutuhan. Yang penting jangan ada yang terbuang,"kata dia.

"Mari kita ajarkan kepada generasi muda untuk menghargai setiap butir nasi sebagai hasil kerja keras dan berkat Tuhan yang harus disyukuri,"ujarnya.

Tak hanya itu, Paskalis juga menjelaskan makna simbolis Dewi Sri yang menjadi bagian dari pagelaran wayang kulit. Menurutnya, Dewi Sri merupakan simbol kemakmuran, kesuburan, dan kekayaan yang harus dijaga bersama.

"Malam ini kita menerima simbol Dewi Sri. Kisah dan maknanya mengajarkan kita untuk menjaga kekayaan yang telah Tuhan percayakan kepada kita,"kata dia.

"Semoga simbol ini dijaga dengan baik, dan kekayaan yang kita miliki juga dijaga dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat,"ujar Paskalis.

Sekadar diketahui, pagelaran wayang kulit tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir hingga acara selesai.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

Tags:

Paskalis Imadawa, Pagelaran Wayang Kulit, Pelestarian Budaya Nusantara, Kampung Waninggap Say

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditinjau oleh admin sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait