Thursday, 04 June 2026

Gubernur Apolo-Wamenko Bahas Kawasan Swasembada Pangan

Bernardus
03 June 2026
20 views
3 menit baca
Gubernur Apolo-Wamenko Bahas Kawasan Swasembada Pangan

Rabu,3 Juni 2026  

Merauke - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq beserta jajarannya membahas percepatan pembangunan swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di provinsi setempat Gubernur Apolo datang ke Jakarta memenuhi undangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI dalam rangka mendukung percepatan pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Provinsi Papua Selatan. Tentunya, diperlukan penguatan aspek sosial dan budaya guna memastikan pelaksanaan program berjalan secara inklusif, berkelanjutan, serta memperhatikan karakteristik dan kearifan lokal masyarakat. Pertemuan terkait topik itu berlangsung di Ruang Rapat Utama, Kemenko Bidang Pangan RI di Jakarta, Rabu (3/6/2026). "Kami sangat bersyukur kepada pak menteri terutama kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menetapkan Papua Selatan sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN),"kata Gubernur Apolo dalam rapat. Ia menjelaskan, pertama, program ketahanan pangan di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke. Kedua, perkebunan tebu untuk bioetanol di Kampung Sermayam, Distrik Jagebob. Kini beberapa hal telah dilakukan pemerintah provinsi untuk pelaksanaan program strategis nasional "Pemaparan yang disampaikan oleh Wamenko sangat penting dan menjadi masukan agar dapat dilaksanakan untuk mengantisipasi potensi konflik yang mungkin akan terjadi dan menghambat program PSN ini,"ujar dia. Target produksi gula dan bioetanol saat ini sedang berjalan. Program ini di awali dengan riset pada 2015 lalu di 2025 dilakukan pembibitan jenis varietas tebu. Kemudian dilanjutkan dengan adaptasi tanah disesuaikan dengan cuaca. "Saat ini sementara sedang dilakukan persiapan produksi, kalau tidak ada halangan, tahun depan sudah mulai produksi gula,"kata dia. Sesuai data, kata Gubernur Apolo, penduduk di Indonesia mengkonsumsi 5 juta ton gula per tahun. "Jadi, kalau kita maksimalkan sampai tahun depan, maka kita bisa menghasilkan tiga setengah ton juta gula,"ujar dia. Artinya, lanjut dia, di 2029 sudah bisa swasembada gula, dan anggaran yang dihasilkan bisa dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur lain. Menyangkut program ketahanan pangan, saat ini sementara berada pada proses intensifikasi berupa oplahan. Sebagian lahan-lahan yang selama ini tidak digarap, kembali dikembangkan. Kemudian tanah yang sebelumnya ditanam satu kali, kini sudah tiga kali tanam dalam satu tahun. Tahun ini sudah 70 ribu hektare lahan sudah dibuka untuk program ketahanan pangan dan akan terus dibuka secara bertahap sesuai dengan setiap tahun. Apolo mengatakan, sehingga akan mencapai target yang direncanakan untuk swasembada pangan. Terkait pembukaan perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sebagian masyarakat merasa terbantu dengan adanya program swasembada pangan dan mendukung program PSN. Tetapi secara faktual, ada beberapa kelompok masyarakat yang melakukan penolakan Penolakan ini telah disampaikan secara luas oleh seluruh warga di tanah Papua dan juga di Papua Selatan. "Ini yang perlu kita bijaki, dan bagimana perlu kita melakukan sosialisasi supaya dapat meminimalisir dampak-dampak negatif yang mungkin bisa terjadi dengan hadirnya PSN ini,"tambah Gubernur Apolo Safanpo.

 

Biro Umum Setda Provinsi Papua Selatan

Tags:

Swasembada Pangan, PSN Papua Selatan, Apolo Safanpo, Ketahanan Pangan Nasional

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditinjau oleh admin sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait